06 Feb 2026
ditinjau oleh dr. Astrid Sophia
Pemerintah melalui Kementerian kesehatan meminta masyarakat Indonesia tetap waspada terhadap ancaman virus Nipah. Ancaman virus Nipah ini memang di depan mata. Pasalnya, Malaysia, Singapura dan Thailand, menjadi negara tetangga Indonesia yang sempat berstatus kejadian luar biasa (KLB) Virus Nipah. Kita adalah tetangga terdekat negara-negara tersebut.
“Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus nipah pada manusia di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes Murti Utami dikutip dari ANTARA, Minggu, 1 Februari 2026.
Pemerintah, pakar kesehatan, dan lembaga internasional terus memantau perkembangan penyebaran virus, terutama di India, sebagai negara pertama yang melaporkan kasus. Salah satu upaya mencegah transmisi global virus Nipah adalah dengan memperketat lalu linta manusia di bandara internasional.
Desember tahun 2025, otoritas kesehatan di India melaporkan dua kasus virus Nipah di negara bagian West Bengal. Kedua pasien adalah tenaga kesehatan dari satu rumah sakit di Barasat yang menunjukkan gejala serius dan kemudian dirawat intensif sejak akhir Desember 2025.
Semua kontak erat mereka yang mencapai hampir 200 orang telah diperiksa namun dinyatakan negatif dari virus. Hingga kini, tidak ada bukti penyebaran lebih luas dari kasus tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran Nipah secara global masih rendah dan tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan.
Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonotik yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah atau hewan lain yang terinfeksi. Virus ini juga dapat menular dari orang ke orang melalui kontak erat dengan cairan tubuh seseorang yang sakit.
Gejala infeksi Nipah umumnya muncul dalam 3–14 hari setelah terpapar, walaupun beberapa kasus dilaporkan hingga 45 hari. Gejala awal yang sering muncul antara lain:
Demam tinggi
Sakit kepala
Kesulitan bernapas atau batuk
Kebingungan dan perubahan kesadaran
Mual, muntah, dan diare
Lemas atau pusing
Kasus yang parah dapat berkembang menjadi pneumonia berat atau radang otak (ensefalitis), bahkan menyebabkan kematian. Fatalitas Nipah diperkirakan antara 40 % hingga 75 %, tergantung respons klinis dan deteksi dini.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menyatakan virus Nipah belum masuk wilayah Indonesia. Meski begitu, pemerintah telah menyiapkan reagen PCR untuk deteksi dini dan meningkatkan mekanisme screening pelaku perjalanan di bandara internasional.
Penting juga diingat, Pakar Kesehatan menyarankan masyarakat menerapkan langkah pencegahan sederhana yang sama seperti saat menghadapi virus menular lainnya: mencuci tangan, menghindari kontak erat dengan hewan sakit, serta segera mencari layanan kesehatan jika mengalami gejala mencurigakan.
Jika merasa khawatir atau merasakan gejala seperti yang disebutkan di atas, jangan menunda untuk konsultasikanlangsung dengan tenaga medis atau dokter melalui dkonsul. Para dokter di dkonsul dokter akan memberikan panduan yang tepat dan cepat.
Dkonsul adalah layanan telekonsultasi melalui smartphone yang langsung ditangani dokter profesional, tanpa harus antre di klinik atau rumah sakit. Dkonsul juga bekerjasama dengan apotek terdekat, sehingga resep dokter dapat langsung ditebus.
Tetap tenang, tetap cerdas dalam menerima informasi, dan waspada terhadap kesehatan diri dan keluarga. Risiko mungkin rendah, tetapi kewaspadaan adalah kunci.